BERSUARA AKAN HAK
Rabu, 09 September 2015
Jumat, 04 September 2015
Rabu, 02 September 2015
![]() |
| Add caption |
Aku tidak sadar terhadap Bumiku, Alamku, Tanahku, Leluhurku, pulauku,
papuaku, & Lautanku yang luas dan indah yang dirampas, dihaniaya, diperkosah,
dinikmati, diejek, diolok2 & dipunah oleh orang2 yang tak dikenal yang
mewarisi harta dan martabatku. Besok saya akan kemana dan siapa yang akan
mewarisi alamku dan pulauku. Kapan aku menyadari untuk melangkahi hal-hal ini
agar tdk terjadi di bumiku di tanah papua.
Tuhan menempati kulit hitam,
rambut kriting diladang Penuh dengan alam yang begitu kayah ditanah
chenderahwasi namun Demi reahlitas yang terjadi di tanah papua, diluar non
papua masuk dan dikuasai di tanah papua, begitu luas sedangkan orang papua di
usir sampai di pinggir-pinggir.masyarakat mau menempati ditanah mereka sedang
konplik suku sama,suku, marga dengan marga, akhirya sukuisme, egoisme begitu
tinggi sehingga tidak bisa meningkatnya kebersamaan, dalam persatuan berbicara
demi untuk hak wilayahyat dan daerah dan pulau diTanah papua penuh dengan
kekayaan Alam.
Melihat dengan fakta fakta yang terJadi maka, Saya sarangkan kepada
seluruh kawan-kawan mahasiswa papua yang berada se-Indonesia merahsa bahwa kita
sebagai anak putrah daerah papua dan
pedulih masyarakat di tanah papua maka, mari kita bentuk “kesatuan dan
persatuan” dalam satu kubuh kita bersama-sama berbicara untuk mengatasi,
mengawahsi,melindugi bahkan menyelamatkan dari tekanan Indonesia NKRI,
Sikap mahasiswa papua ujur di pos blogger kepada pemerinta provinsi
papua, kabupaten kecamatan, bahkan desa agar merancan dan menetapkan PERDA
peraturan daerah dan merancan terategi rodah pembambagunan agar berjalan dengan
lancar masyarakat juga dirasakan
pembangunan yang akan berjalan.
Pemerinta provinsi papua yang penyabat-penyabat sekaran tidak pedulih
dengan masyarat Papua ,bahkan daerah yang penuh dengan Alam kekayaan namun
menjadi penontong biarkan non papua masuk lompat pagar dihabiskan alam yang
begitu penuh dengan kekayaan,
Mengapa saya ditekanan dari militer Indonesia, dan mengapa NKRI
membertahankan argumen papua merdeka saya ingin mau bebas biarkan saya orang malenesia
free west papua.
begitupulah, kekerasan yang dilakukan oleh mileter Indonesia, (TNI /POLRI) Terhadap pribumi di Tanah chenderahwasi orang papua (Kulit Hitam Rambut Kriting) yang di tindas, dipenjarakan dan di bunuh, sampai generasi papua semakin habis
manakah? Keadilan itu manakah Hukum itu (HAM) Indonesia merancang Hukum menetapkan namun, malahan Indonesia tidak paham dan tidak mengerti Hukum itu seperti apa.
Sisa makanan militer Indonsesi
saya sebagai orang putra daerah papua memperjuangkan free west papua sampai
titik merdeka,
Saya tidak
bisa menyangkal bahwa saya bukan orang papua, tetapi orang melihat saya kulitku
hitam, rambutku kriting Tuhan menempatih diladang Tanah yang penuh dengan Alam dan
kekayaan diTanah Chenderawasi bahwa sebagai orang papua memperjuangkan papua
merdeka.
Pembunuhan terus menerus terjadi di
tanah Papua Negara BONEKA NKRI tidak Bisa tinggal diam
Segala tempat sedang dikuasai pengintai-pengintai kelas kakap Indonesia di tanah Papua.
Kematian orang asli Papua menjadi biasa-biasa tanpa mengangkat martabat orang asli Papua. Ternyata martabat orang asli Papua sedang dihabiskan di depan mata banyak orang di negeri ini.
kenajisan penguasa Indonesia sedang dimainkan oleh aparat pemerintah di negeri ini.
Sungguh
sedih melihat korban kematian orang Papua melalui berbagai jalan, cara tindakan
yang dilakukan oleh NKRI ini.
Demi
saya ingin mau bebas, saya ingin mau negara sendiri biarkan kulit hitam merdeka
Langganan:
Postingan (Atom)
